HeadlineKecamatanPemda

WARGA DUKUHWARU, TKI YANG BEKERJA DI TAIWAN DINYATAKAN POSITIF CORONA

SEMBILAN WARGA YANG KONTAK FISIK DENGAN TKI ITU, DINYATAKAN NEGATIF

DUKUHTURI (eNTe.com)  – Satu warga Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan dinyatakan positif Corona. Menurut satu pejabat di Pemda Tegal, sembilan kawan dekat dan keluarga korban sudah diperiksa dan dinyatakan negatif.

Joko Wantoro, Juru Bicara Satgas Percepatan Covid-19 Kabupaten Tegal menegaskan hal itu kepada sejumlah media kemarin (2/4/20). “Satu yang dinyatakan positif ini sudah positif terpapar Corona sejak di Taiwan,” jelas Joko.

“Pasien warga Dukuhwaru yang bekerja sebagai TKI di Taiwan ini sudah dinyatakan positif Corona. Kita sudah tangani sembilan teman dan satu anaknya, tapi mereka negatif semua.” (Joko Wantoro, Jubir Satgas Percepatan Covid-19 Pemda Tegal).

Menurutnya, pekerja TKI asal Kecamatan Dukuhwaru ini awalnya mengikuti pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) di Kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) di Jakarta, pada 19 Maret 2020 lalu.

Kemudian, menurut Joko, pada 22 Maret, pukul 14.20 WIB, yang bersangkutan berangkat ke Taiwan menggunakan maskapai Eva Air dengan rute penerbangan Jakarta-Taipei. “Sampai di Taiwan, dilakukan pemeriksaan. Suhu tubuh yang bersangkutan di atas 37 derajat celcius dan diindikasikan terpapar Covid-19,” jelasnya.

“Jadi diketahui terkonfirmasi posotif Corona itu setelah sampai di Taiwan. Sampai saat ini masih menjalani perawatan di sana,” pungkasnya.

ANAK DAN KAWAN KORBAN DINYATAKAN NEGATIF

Pada kesempatan itu, Joko menjelaskan, pihaknya telah melakukan Rapid Test terhadap sembilan orang yang pernah kontak langsung dengan korban. “Satu di antaranya adalah anak korban yang sekarang lagi di rawat di RSUD Dr Soesela Slawi,” jelasnya.

Joko menambahkan, test terhadap kesembilan warga itu dilakukan pada Rabu lalu. “Tracking ini kan sangat penting dilakukan manakala ada warga yang kontak fisik dengan pasien yang terkonfirmasi Covid -19. Alhamdulillah dari pelaksaan rapid test tersebut semuanya dinyatakan negatif,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Tegal Umi Azizah sudah mengingatkan pentingnya mengontrol para pemudik maupun TKI dari luar negeri. Menurut Umi, jika hal itu tidak ditangani dengan baik akan menjadi pemicu meluasnya wabah Corona di Tegal.

Kini sudah ada 18 ribu pemudik yang masuk ke Tegal. Bahrun, politisi PKS meminta agar Bupati serius menangani para pemudik yang akan terus membanjiri Tegal.

“Saya lihat di lapangan penanganan pemudik masih asal-lasalan. Petugas medis juga tidak dilengkapi dengan APD,” jelas Mahrun.

Politisi Partai Golkar, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Tegal M. Khuzaeni juga meminta agar Pemda jangan melakukan pembiaran terhadap para pemudik. “Mereka datang dari zona merah, mestinya sampai di sini ditangani dengan serius,” ujarnya. (ril/PU).

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close