HeadlineKecamatanPemda

KARYAWAN PABRIK KECAP DI PENUSUPAN DIISOLASI, EFEK DARI TERDAMPAKNYA VIRUS CORONA

WARGA MEJASEM BARAT JUGA DIKARANTINA DI RSI HARAPAN ANDA

PANGKAH (eNTe.com) – Karyawan pabrik kecap di Desa Penusupan Kecamatan Pangkah, menurut satu warga Penusupan akan diisolasi. Langkah ini, menurutnya, dilakukan setelah pemilik pabrik dinyatakan positif terserang virus Covid-19.

Agus Sumaryanto, tokoh pemuda Desa Penusupan menjelaskan itu kepada eNTe.com pagi ini (13/4/20) melalui saluran whatsapps. “Yang mau diisolasi sekitar 17 orang. Mereka karyawan pabrik kecap itu. Warga di sini jadi pada ketakutan,” jelas Agus.

“Proses isolasi warga menjadi tanggung jawab Pemkab Tegal. Saya harap aparat Desa segera berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas.” (Bupati Tegal Umi Azizah)

Pihaknya menambahkan, kini pabrik itu sudah berhenti beroperasi. “Sejak tahu bosnya kena Corona, operasional pabrik langsung berhenti,” jelasnya.

Semua yang akan diisolasi, menurut Agus warga Desa Penusupan. “Katanya nanti akan ditangani oleh petugas Puskesmas dari sini. Warga diisolasi juga di salah satu gedung di Puskesmas itu,” jelas Agus.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyatakan proses isolasi menjadi tanggung jawab Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Pemkab Tegal. “Termasuk pembiayaan dan biaya hidup warga yang diisolasi. Saya minta pihak Desa segera berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas,” jelasnya.

Menurut Agus, warga mulai diisolasi dalam satu ruangan mulai besok. “Hari ini warga desa dan perangkat desa kerja bakti untuk menyiapkan ruangan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Penusupan Guntur Zagiat Yudiansyah mengatakan, warga yang diisolasi akan mendapat dana kompensasi sebesar Rp 50 ribu per hari.

“Uang itu akan dialokasikan dari ADD. Karena dana ADD belum cair, akan ditalangi dulu,” jelasnya.

MENOLAK DIISOLASI

Sementara itu, satu anggota keluarga yang meninggal positif terpapar Corona menolak diisolasi oleh tim medis dari Pemkab Tegal. David, warga Perumnas Tonggara, pada malam minggu kemarin menolak ketika tim medis mengajaknya untuk diisolasi.

David, menurut cerita dari sejumlah warga di Perumnas Tonggara, sempat menunggui saudaranya di RSI Harapan Anda. Belakangan warga keturunan asal Slawi Wetan itu meninggal dan dinyatakan positif Corona.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Joko Wantoro, sebelumnya menyatakan, salah satu keluarga yang meninggal dinyatakan positif Corona dan satunya negatif.

Sementara itu, warga Desa Mejasem Barat Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal yang dinyatakan positif Corona akhirnya dibawa ke RSI Harapan Anda Pemkot Tegal.

“Semula akan diisolasi secara mandiri di rumahnya, tapi karena muncul keluhan yang lebih parah, maka akhirnya kita isolasi di RSI Harapan Anda,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Dr. Sri Primawati Indraswari.

Perkembangan terakhir wabah Corona di Tegal menyebutkan total ODP yang masih dalam pemantauan sebanyak 145 warga, sementara yang PDP sebanyak 13 pasien dan yang dinyatakan positif Corona empat pasien.(ril/KDR)

Tags

Related Articles

One Comment

  1. Sebenarnya pemkab tegal niat kn mencegah mata rantai ini..??
    1)perantau dari jabodetabek tidak diisolasi , kalo cuma lapor di puskesmas emang puskesmas bisa mendeteksi???
    padahal desa mampu melakukannya(isilasi 2 minggu) .pasti DD add milyaran .untuk kondisi darurat gini masa gak mampu dialihkan dulu?
    2) di Desa Bu bupati sendiri , tuwel dan kec
    bojong jumatan masih dilakukan seperti biasanya, memang sih suruh jaga jarak dan cuci tangan, tapi yakin tidak ada desak desakan sama sekali pas masuk atau keluar?? padahal ribuan orang baru saja pulkam di kecamatan Bojong.

    Saya bukan mengkritik , saya cuma menyatakan kondisi riil yang ada

    Mugi2 selamat sedoyo warga lan leluarga kito,,amiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close