HeadlineKecamatanPemda

DUA PASIEN PDP MENINGGAL LAGI, SATU WARGA KECAMATAN BUMIJAWA, SATUNYA WARGA SLAWI

BUPATI SIAPKAN DUA LOKASI KARANTINA UNTUK PEMUDIK YANG BANDEL

TEGAL (eNTe.com) – Dua pasien dengan status PDP, menurut satu pejabat Pemkab Tegal, meninggal dunia. Dalam tiga hari terakhir, total PDP yang meninggal mencapai lima orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Pemkab Tegal dr. Joko Wantoro menegaskan itu kepada sejumlah awak media, kemarin sore (2/5/20).

“Dalam minggu ini memang terjadi lonjakan kematian pasien dengan status PDP. Kita sudah mengambil sampel swabnya, untuk memastikan apakah kematian mereka akibat Corona atau bukan.” (Juru Bicara Gugus Tugas dr. Joko Wantoro).

“Yang meninggal kali ini adalah pasien bersatus PDP, seorang perempuan 40 tahun asal Kecamatan Slawi. Pasien ini semula berstatu ODP, tapi karena kondisinya terus memburuk, akhirnya di bawa ke RSUD dr. Soeselo Slawi. Belum sempat ditangani keburu meninggal,” jelas Joko.

Sementara, pasien PDP satunya, menurut Joko adalah warga Desa Cintamanik Kecamatan Bumijawa. “Pasien ini umur 47 tahun. Ia di bawah dari Jakarta sudah dalam keadaan sakit. Tapi setelah masuk ke RSUD, belum sempat ditangani keburu meninggal. Ia kemudian di makamkan di Desa Cintamanik – Bumijawa,” jelas Joko.

Sebelumnya, pada Jumat lalu, ada tiga pasien PDP yang meninggal di RSUD dr. Soeselo Slawi. Pasien pertama PDP laki-laki berusia 22 tahun asal Kecamatan Margasari meninggal dunia pada Rabu (29/4). Kedua, PDP laki-laki berusia 54 tahun asal Kecamatan Balapulang meninggal dunia pada Rabu (29/4). dan Ketiga, PDP perempuan berusia 38 tahun asal Kecamatan Margasari meninggal dunia pada Kamis (30/4).

Dengan bertambahnya kasus tersebut, menurut Joko, maka jumlah PDP meninggal dunia di Kabupaten Tegal per hari Sabtu menjadi sepuluh orang. “Seluruhnya sudah diambil sampel swab tenggorokan dan sedang dalam proses pengujian laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Covid-19,” jelasnya.

KARANTINA UNTUK PEMUDIK YANG BANDEL

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyatakan Pemkab Tegal telah menyiapkan dua titik lokasi untuk karantina pemudik yang bandel. “Kita siapkan di Gedung Korpri dan GOR Tri Sanja. Ini untuk pemudik yang bandel tetap ingin pulang kampung,” jelas Bupati.

Menurut Umi, langkah ini penting untuk antisipasi saja. “Memang dari Kementerian Desa Tertinggal sudah menyiapkan lokasi karantina di Desa-Desa. Tapi kita tahu kemampuan desa itukah tidak merata,” jelas Umi.

Kapasitas di Gedung Korpri, menurut Bupati cukup untuk 96 orang. “Sementara yang di GOR Tri Sanja bisa menampung 240 orang. Mereka wajib diisolasi selama 14 hari, terutama yang dari zona merah,” jelas Umi.

Presiden Jokowi sudah mengeluarkan Keputusan Presiden yang melarang mudik bagi warga dari zona merah seperti Jabodetabek. Beberapa kasus pemudik yang bandel sempat dipaksa putar balik ke Jakarta, di tol Jakarta – Cikampek. Peristiwa serupa terjadi di Tol Cipali. (ril/KDR).

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close