HeadlineTajuk

MAKIN SERIUS, WABAH CORONA DI KABUPATEN TEGAL

WARGA SALAH MEMAHAMI KONSEP NEW NORMAL

LONJAKAN YANG terkonfirmasi positif Corona pada minggu lalu sampai lima orang, tentu fenomena yang spektakuler. Ini membuktikan bahwa wabah Corona di Kabupaten Tegal masih menjadi persoalan serius.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal dr. Joko Wantoro sampai mengingatkan warga agar disiplin mematuhi protokol kesehatan. “Jangan salah memahami new normal, seolah persoalan wabah ini sudah selesai. Kemudian warga bebas bepergian ke daerah zona merah,” jelas Joko.

“Dalam kondisi seperti ini, pilihan buat Bupati hanya satu; Kembali memperketat penerapan protokol kesehatan, dan lupakan fase new normal.”

Dari lima yang positif itu, tiga di antaranya punya riwayat perjalanan ke Jabodetabek. “Warga jangan salah memahami new normal,” jelasnya.

GELOMBANG KEDUA WABAH CORONA

Secara nasional, sekarang di Indonesia setiap hari ada penambahan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Corona di atas 1.000 pasien. Setiap hari.

Jauh-jauh hari WHO sudah mengingatkan bahwa akan ada Pendemi Corona gelombang kedua dengan jumlah korban yang lebih besar. Presiden Jokowi dua minggu yang lalu sudah mengingatkan akan bahaya Corona gelombang kedua ini.

Kemarin media-media Barat melansir prediksi mereka bahwa pada dua bulan yang akan datang, 50% penduduk Indonesia akan menjadi pasien yang terkonfirmasi positif Corona.

Ada dua alasan kenapa ancaman itu nyata di depan mata. Pertama, salah tafsir terhadap pemahaman new normal. Kedua disiplin yang rendah terhadap penerapan protokol kesehatan.

KONSEP NEW NORMAL

Kebijakan New Normal yang dicanangkan Presiden Jokowi adalah pilihan pahit. Warga dipaksa untuk hidup berdampingan dan berdamai dengan Corona. Jadi fase New Normal adalah fase di mana wabah masih meluas dan kita mau tidak mau harus hidup bersama Corona.

Pilihan ini perlu diambil karena Negara butuh ekonomi segera menggeliat. Penerapan PSBB akan sangat membebani keuangan negara. Di mana saat ini, secara makro ekonomi keuangan negara lagi susah.

Mana dari itu, pilihannya adalah New Normal. Ini agar beban ekonomi yang kelewat berat bisa ditanggung secara bersama-sama antara masyarakat dan pemerintah.

Tapi yang terjadi, New Normal memicu wabah gelombang kedua. Di Kota Tegal yang tadinya zona hijau kini kembali ke zona kuning. Begitu pula di Kabupaten Tegal, yang semula Zona biru jadi makin memburuk.

Pilihan Bagi Bupati Tegal, kalau kondisinya sudah seperti ini hanya satu; Kembali menerapkan pengawasan ketat soal disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan. Lupakan soal fase new normal.

Percayalah, new normal tanpa disiplin dalam merapkan protokol kesehatan akan makin memperburuk dan memperkeruh masyarakat. Karena wabah pasti makin meluas.

Protokol kesehatan memang perilaku sederhana; Memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak. Tapi tiga tingkah ini perlu disiplin tinggi. Sementara kita tahu, disiplin hanya ada di Tentara dan orang Islam yang sudah terbiasa sholat lima waktu di masjid tepat waktu.

Selebihnya, adalah mayoritas masyarakat yang abai terhadap disiplin dan berkesadaran rendah bahwa Corona bisa kita lawan dengan kerja kolektif untuk secara bersama-sama menerapkan protokol kesehatan.

Pilihannya serba pahit. Tapi pilihan itu tidak ada alternatif. Bupati mesti tegas, kembali memperketat pengawasan, agar rakyatnya bisa berdisiplin menerapkan protokol kesehatan, secara sempurna. (PU).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close